Dear Luzan..
My Lovely Husband..
Aku tidak akan bertanya kabarmu, karena saat aku menulis surat cinta ini, kamu tepat berada di depanku. Serius didepan laptop, walau di lcd yang tampil adalah facebook
. Lalu kamu sibuk dengan kertas-kertas kerjaan yang kamu bawa dari kantor. Sambil sekali-sekali melihat ke layar televisi yang saat ini menayangkan film tentang mutan. Percayalah.. kamu masih seganteng dulu, saat aq pertama kali melihatmu.. Ah gombal.. waqaqa..
Well.. hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei.. Berarti 34 tahun yang lalu adalah hari kamu dilahirkan, hari dimana Allah menuliskan takdirmu.. Salah satunya Allah menciptakanmu untukku
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali (Maryam : 33)”

Happy Milad Suamiku.. ![]()
Semoga seiring bertambahnya usiamu, Allah menjadikanmu lebih bijaksana dalam menjalani hidup ini. Semoga Allah senantiasa menuntunmu bagaimana menjadi imam yang baik bagi keluarga kita. Semoga Allah mengabulkan semua do’a dan harapanmu. Semoga Allah memberi rejeki yang barokah dan memberikan pahala atas semua hal yang kamu lakukan untuk keluarga kita. Semoga kamu tidak lupa untuk selalu bersyukur atas semua nikmatNya. Amiin..
Di hari yang spesial ini, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang mungkin kamu sudah tahu. Tapi aku akan selalu mengulang ini
Kamu adalah anugerah terindah yang diberikan Allah untukku dan aku amat sangat bersyukur karenanya.. My Dear.. you are my everything..
Terima kasih karena sudah memilih aku untuk menjadi istrimu. You save me..
![]()
Terima kasih untuk senyum yang selalu kamu hadirkan saat mata kita bertemu, that’s so sweet.
Terima kasih untuk genggaman tangan yang kamu berikan saat aku butuh di kuatkan.
Terima kasih untuk semua pelukan yang menyenangkan di saat-saat bahagia, dan pelukan yang menyembuhkan saat aku menangis.
Terima kasih karena mengajakku tertawa, bahkan di saat-saat sulit.
Terima kasih untuk keikhlasanmu memijit kakiku yang capek, mengelus punggungku saat aku sakit dan membelai rambutku saat aku susah tidur.
Terima kasih karena sudah menjadi pendengar yang baik.
Terima kasih untuk semua kesabaran saat aku sedang manja, ngambeg, keras kepala, emosional, cengeng, sedih dan marah.
Terima kasih karena sudah memahamiku dengan baik, disaat banyak orang lain yang mempertanyakan pilihan-pilihan yang aku pilih.
Terima kasih karena sudah membuat hidupku berwarna. Tanpamu duniaku tak akan sama.
Tidak akan pernah cukup rasa terima kasihku.. You are perfect husband..
Thanks for being my husband.. Aku berharap kamu selalu bahagia.
Maaf bila ku tak sempurna, tapi aku ada disini untukmu..
with all my love, hugh and kisses
Your Wife.
^_^




